Butiran air hujan terasa menusuk wajah dan tanganku, ketika kupacu sky wiveku mengikuti pola hujan yang tak menentu tapi deras. Terasa ada yang bergetar di kantong celanaku, oh sms dari bosku “Nce sorry tadi agak sibuk tapi guwa yakin ince pasti bisa! Bisa menjadi yang lebih baik dari yang lain..” meski hanya sms, justru itu menggugahku dibanding ceramahnya tadi yang terputus. Sudah 1 tahun 11 bulan 11 hari aku kerja ditempat yang sama. Aku menyadari belum memberi yang terbaik, jauh dari yang diharapkan. Apa yang telah aku lakukan selama itu, bahkan tuk diriku dengan tabungan saja aku tak punya. Sering kali kemalasan mendekapku sangat erat, butuh waktu lama untuk bangkit dan berangkat kerja. Terkadang aku mengklaim karena sikonnya memang begini sehingga jadilah aku begini apalagi orang lapangan. Rasa bersalahpun ikut mendekap, berprasangka terhadap diri sendiri tak bisa kuelakkan. Waktu terus berjalan tiap harinya, aku masih saja seperti itu hingga ku tak menyadari deadline lagi, terus begitu dan begitu lagi. Orang dasarnya pendiam tapi kerjanya berbicara dengan klien, bukan itu yang salah tapi diriku. Ada apa dengan diriku kemana akan kuiring???
Hujan semakin deras disertai angin yang bertiup kencang, hanya menyisakan kabut. Kuhentikan motorku sejenak berteduh dirumahnya orang. Kuambil sebatang rokok putih lalu kuhisap dalam-dalam sedalam alam pikiranku. Kuperbaiki perasaanku dan prasangkaku..semua itu masa lalu, aku hidup dimasa sekarang sekali lagi sekarang bukan juga saya hidup dimasa depan, apa kulakukan sekarang itu menentukan yang akan terjadi dimasa depan (kuteringat pesan sang bijak dari timur). Jadi berbuat yang bisa kau lakukan sekarang semaksimal mungkin dengan immah yang kuat karena esok tidak akan menunggu malah ia akan pergi lagi jika kau lengah dan lemah. Tak peduli seberapa kali saya sering gagal, kalah, dan terjatuh..aku akan bangkit lagi dan lagi hingga tak ada lagi jasad ini. Kenapa kita terjatuh supaya kita bangkit..sumanga’ kekinian tuk sesaat demi sesaat. Kuambil sky wive terus kupacu berlari meski hujan tidak berhenti reda, meredakan lariku.
Barombong, januari 2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar