Sebanyak Apapun Ku Terjatuh Ku Harus Bangkit dan Terus Berlari Sekencang-kencangnya
Jumat, 22 Februari 2008
MUKADDIMAH
Hari pertama…
Kulihat tubuh itu tertidur,
sedangkan aku berada entah dimana.
Hanya menaik melintasi
Lelangitan yang berbingkai.
Terlalu indah tuk dilihat oleh mata,
Motifnya berubah setiap akan memasukinya.
Tiba-tiba,
Ia terjatuh terhempas, tapi ia bangkit lagi.
Kali ini ia terbang, menembus
kumpulan awan.
Ia terhenti disuatu surau, melihat
Sekumpulan orang
yang tidak dikenalnya
membicarakan sesuatu.
Didekatinya mereka
tapi ia tidak mendengar
Apapun,
Bahkan mereka tidak menghiraukan
Kedatanganku, yang aku tahu mereka
Membicarakanku.
Hari kedua…
Kulihat tubuh itu lagi memasuki
hutan,
hutan itu berubah mengikuti langkah
kakinya.
Meski jauh dikedalaman
tapi yang menampak keindahan,
Sangat indah.
Kulihat tubuh lain berjubah putih,
mendekatiku
Lalu menulis sesuatu didahiku.
Kini Ia berada disuatu tempat,
Ia tak tahu lagi itu dimana, tapi ia menyadari
Waktu mengalami percepatan
dari yang seperti adanya.
Kini,
sekumpulan orang dikenalnya,
Ia pertanyakan apa yang
ingin diketahuinya.
Hari ketiga(z)…
% Hari ketiga
x = input (‘Hari pertama=’);
y = input (‘Hari kedua=’);
z1 =
z2 = x/0;y/0;
z3 = sqrt (x+y);
z4 = z2 – z3;
z5 = z4*((z1)^∞);
z = z5
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar